Thursday, December 14, 2006

Rasa

:yo sumandor

rasa ini masih sama
pada sebuah alunan
tetap menggelitik
setelah tertegun lama

rindu ini pun masih serupa
gigilkan jiwa

pdkindah, 14.12.06

thanks to mas yo atas masukkannya pada bait kedua

Wednesday, December 06, 2006

Aku Luluh

:HL

aku luluh dibahumu
ketika kau beri aku seutas tali
saat separuh langkahku
disisi tingginya tebing

aku luluh dipelukmu
ketika kau tangkap sendu sedan ini
diantara sesengguknya nafasku
dan air mata yang mengalir

aku syukuri hadirmu
dan bahwa kau sahabatku
yang selalu ada disisi
saat luka meniduriku

aku syukuri kau sahabatku...

pondokindah, 06.12.2006, 7.01pm

Thursday, November 16, 2006

Keretamu Tak Kunjung Datang

Hanya suara berkumandang
Makin jauh kumeradang
Kepul asap diujung padang
Sampai hilang kumemandang

: Keretamu tak kunjung datang

pondokindah, 161106, 9:26pm

Tak Habis Pikirku

tak habis pikirku
apa yang terjadi di dadaku
selalu saja berdegup ragu
ketika berpapasan denganmu

tak muncul fahamku
selalu saja lidahku kelu
sewaktu harum tubuhmu
menggeluti hidungku

tak sabar rasaku
ingin mencumbumu
tapi seolah tubuhku
meradang, terbalut rindu

tapi tak putus nafasku
menunggu satu
saatku mengumpul
dan kubawa kau

kepangkuanku…

Thursday, November 02, 2006

Tanpamu

kesepian ini
menggiring hati
kedalam riak sunyi
yang makin membumi

semakin dalam
rimbunnya kelam
terseret lalu terendam
hati yang segelap malam

tanpamu
hatiku beku
diam terbelit kaku
menangis terjerat kelu

cikajang,02-11-2006, 18:55

Tuesday, October 31, 2006

Rindu

Akhirnya
Rindu ini
Membunuhku tadi malam

Bak serigala
Menerkam merajam hati
Tertunduk menangis dalam peluk

Monday, October 30, 2006

Maaf

: kawan

ketika sejentik belaian alun
masuk kedalam rongga kebun
terasa bagai pasir berpantun
sewaktu tetes segara beruntun

ada lega rasa di dada
ketika bisikmu menusuk raga
sujudku menangkap haru dahaga
akan maafmu yang kudamba

kawanku....
maaf kuhaturkan, dipangkuanmu...

Wednesday, October 25, 2006

Ini Waktuku

Kawanku
Sadarkah kau kini waktuku?
Nikmat ini memang merindu
Tak cukup puaskah kau dulu

Kawanku
Sadarkah kau salib diriku
Cinta yang kau tanam dulu
Tak rela kau lepaskan padaku

Kawanku
Sadarkah kau cintanya untukku
Walaupun kutahu inginmu itu
Harus kau hadapiku dulu

*I hope you'll understand my friend*

Dambaku

Kupilih derita ini demi dambaku
Damba yang terbersit dan terjepit
Diantara ruas-ruas tanganku yang sempit
Serasa tergigit, terusik dan terhimpit
Kubiarkan akarmu merambati hatiku
Kunikmati pucuk-pucuk daunmu merekahkan dadaku
Kuteteskan bulir demi bulir darah kepangkuanmu
Sampai tiba waktuku tak berdaya dalam cinta yang kusyukur
Kupilih derita ini demi cintaku
Cinta yang tercekik dan termanis
Diantara jeruji hidup yang mengikis
Serasa terikat, terpasung dan tertapis
Tetap kubiarkan akarmu menembusi jantungku
Tetap kunikmati bungamu yang mengisap isi tulang sumsumku
Masih saja kutadahi asa ini hanya untukmu
Sampai akhirnya tiba waktuku berbaring memegang cintamu

Bumiku Menangis

Tuhan
aku yakini kau tahu
berat beban yang kupikul
tangan masih harus memanggul
rongga paru penuh asap mengepul
yang terus tergerus tanpa terkabul

Tuhan
aku yakini kau lihat
miris mata memerah
badan lesu terperah
bergelimpangan berdarah
lambat laun terkubur seusai dipapah

Tuhan
aku yakini cobaanMu...

*aku yakini cobaanMu wahai sang penguasa dunia atas bencana yg terjadi di bumiku tercinta*