Rindu
Akhirnya
Rindu ini
Membunuhku tadi malam
Bak serigala
Menerkam merajam hati
Tertunduk menangis dalam peluk
Akhirnya
: kawan
Kawanku
Kupilih derita ini demi dambaku
Kubiarkan akarmu merambati hatikuKupilih derita ini demi cintaku
Kunikmati pucuk-pucuk daunmu merekahkan dadaku
Kuteteskan bulir demi bulir darah kepangkuanmu
Sampai tiba waktuku tak berdaya dalam cinta yang kusyukur
Tetap kubiarkan akarmu menembusi jantungku
Tetap kunikmati bungamu yang mengisap isi tulang sumsumku
Masih saja kutadahi asa ini hanya untukmu
Sampai akhirnya tiba waktuku berbaring memegang cintamu
Tuhan
tak hentihentinya aku terpekur
Kau pikir aku mampu menahan serbuan sorot matamu?
Tidak kawankuAkan lebih mudah jika aku menampahi
sama sekali tidak
*utk hasrat yang tak seharusnya tertahan*Kalau begitu kawanku
Apalagi yang kau tunggu?
anakku...
Jika kau lihat wajahku
Anakku...
dor!!
Sayang...
Apa yang terjadi
Mulutmu seperti pisau yang berdebu
Sekilas cercahan mentari mengintai, menangkap mataku diantara kedua lenganmu.
Tamu yang bernama cinta itu datang lagi
Apa yang kau tuju?Tamu yang bernama cinta itu tinggal dan enggan pergi
Tak malukah kau memikatku?
Tak malukah kau
menjeratku?
Apa yang kau tunggu?Tamu yang bernama cinta itu lalu pergi
Tak sadarkah kau membuatku layu?
Tak sadarkah kau membuatku rapuh?
Apa yang kau mau?
Tak puaskah kau mencabik-cabik rongga dadaku?
Tak puaskah kau membuatku terpana dalam bisu?